Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin Sales
● online
Admin Sales
● online
Halo, perkenalkan saya Admin Sales
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Buka jam 08.30 s/d jam 17.00 , Sabtu setengah hari, Minggu & Hari Besar Tutup

    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/u6914662/public_html/mtmsolusindo.com/wp-content/themes/lapax-per/header.php on line 180
Beranda » Blog » 7 Cara Melakukan Stock Opname Audit: Langkah-langkah Penting yang Harus Dilakukan

7 Cara Melakukan Stock Opname Audit: Langkah-langkah Penting yang Harus Dilakukan

Diposting pada 23 February 2023 oleh MTM SOLUSINDO / Dilihat: 218 kali / Kategori:

Apa itu Stock Opname Audit?

Stock opname audit, juga dikenal sebagai audit inventarisasi fisik, adalah jenis audit yang melibatkan verifikasi keberadaan fisik dan akurasi persediaan suatu perusahaan. Tujuan dari audit ini adalah untuk memastikan bahwa tingkat persediaan yang tercatat dalam catatan perusahaan sesuai dengan jumlah persediaan yang benar-benar ada di lokasi fisiknya.

Selama stock opname audit, auditor akan melakukan penghitungan fisik terhadap persediaan yang tersedia di lokasi, serta membandingkan hasilnya dengan catatan persediaan yang ada dalam sistem akuntansi perusahaan. Dalam audit ini, auditor juga dapat mengevaluasi efektivitas dan efisiensi sistem manajemen persediaan perusahaan, serta menemukan dan mengidentifikasi potensi kecurangan atau masalah operasional lainnya yang terkait dengan persediaan.

Hasil dari stock opname audit dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dalam hal peningkatan pengendalian persediaan dan pemantauan yang lebih baik terhadap kinerja operasionalnya. Kami menyediakan Jasa Stock Opname untuk berbagai kebutuhan.

Prosedur / Cara Menghitung Stock Opname Audit

Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menghitung stock opname:

  1. Persiapkan daftar persediaan: Buat daftar lengkap dari semua barang atau produk yang disimpan di gudang atau lokasi fisik lainnya.
  2. Tentukan jadwal stock opname: Jadwalkan waktu yang tepat untuk melakukan penghitungan persediaan, yang biasanya dilakukan pada saat produksi sedang tidak berlangsung.
  3. Lakukan penghitungan fisik: Audit fisik dilakukan dengan menghitung dan mencatat jumlah persediaan yang tersedia secara fisik pada lokasi tersebut.
  4. Bandingkan hasil penghitungan dengan catatan persediaan: Setelah penghitungan selesai, bandingkan hasilnya dengan catatan persediaan yang tercatat dalam sistem akuntansi perusahaan.
  5. Analisis selisih: Jika ada selisih antara hasil penghitungan fisik dan catatan persediaan dalam sistem akuntansi perusahaan, periksa penyebabnya dan cari tahu apakah perlu melakukan perbaikan atau penyesuaian catatan persediaan.
  6. Laporkan hasil stock opname: Sampaikan hasil stock opname kepada manajemen dan catat tindakan apa yang akan diambil sebagai tindak lanjut dari hasil audit.

Adapun perhitungan persediaan dapat dilakukan dengan metode fisik dan metode akuntansi. Metode fisik melibatkan penghitungan fisik jumlah barang yang tersedia, sedangkan metode akuntansi melibatkan menghitung jumlah barang dengan menganalisis data akuntansi dan transaksi, seperti pembelian dan penjualan barang.

Cara Menghitung Stock Opname Audit Dengan Excel

Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menghitung stock opname di Excel:

  1. Persiapkan daftar persediaan: Buat daftar lengkap dari semua barang atau produk yang disimpan di gudang atau lokasi fisik lainnya di Excel.
  2. Tambahkan kolom untuk penghitungan fisik: Tambahkan kolom pada daftar persediaan untuk menghitung jumlah persediaan secara fisik selama stock opname.
  3. Lakukan penghitungan fisik: Lakukan penghitungan fisik dengan memasukkan jumlah persediaan fisik untuk setiap item pada kolom yang sudah ditambahkan.
  4. Tambahkan kolom untuk catatan persediaan: Tambahkan kolom pada daftar persediaan untuk mencatat jumlah persediaan yang tercatat dalam sistem akuntansi perusahaan.
  5. Masukkan data catatan persediaan: Masukkan jumlah persediaan yang tercatat dalam sistem akuntansi perusahaan ke kolom yang sudah ditambahkan.
  6. Hitung selisih: Tambahkan kolom baru pada daftar persediaan untuk menghitung selisih antara jumlah persediaan fisik dan jumlah persediaan yang tercatat dalam sistem akuntansi perusahaan.
  7. Analisis selisih: Jika ada selisih antara hasil penghitungan fisik dan catatan persediaan dalam sistem akuntansi perusahaan, periksa penyebabnya dan cari tahu apakah perlu melakukan perbaikan atau penyesuaian catatan persediaan.
  8. Laporkan hasil stock opname: Sampaikan hasil stock opname kepada manajemen dan catat tindakan apa yang akan diambil sebagai tindak lanjut dari hasil audit.

Dalam Excel, Anda dapat menggunakan rumus sederhana seperti SUM untuk menjumlahkan data pada kolom, atau menggunakan rumus IF untuk menghitung selisih antara jumlah persediaan fisik dan jumlah persediaan yang tercatat dalam sistem akuntansi perusahaan. Anda juga dapat menggunakan fitur filter dan pengurutan Excel untuk memudahkan pengelolaan dan analisis data persediaan.

FAQ

Stock Opname tanggung jawab siapa?

Tanggung jawab untuk melakukan stock opname atau audit persediaan terletak pada manajemen perusahaan. Manajemen bertanggung jawab untuk memastikan bahwa persediaan diakui secara akurat dalam laporan keuangan perusahaan, dan untuk memastikan bahwa persediaan yang tercatat di sistem akuntansi perusahaan sesuai dengan jumlah persediaan yang benar-benar ada di lokasi fisiknya.

Manajemen harus memastikan bahwa proses stock opname dilakukan secara teratur, biasanya setidaknya satu kali dalam setahun, dan bahwa prosedur yang tepat telah diterapkan dalam proses penghitungan fisik persediaan. Selain itu, manajemen juga harus memastikan bahwa audit dilakukan oleh personil yang terlatih dan memiliki keterampilan yang diperlukan untuk melakukan stock opname.

Namun, meskipun tanggung jawab utama untuk stock opname terletak pada manajemen, setiap orang yang terlibat dalam pengelolaan persediaan, termasuk petugas gudang, staf penerimaan barang, dan staf penjualan, juga memiliki tanggung jawab untuk membantu memastikan akurasi persediaan. Hal ini dapat mencakup melaporkan kekurangan stok atau persediaan rusak atau hilang kepada manajemen secepat mungkin, serta mengikuti prosedur yang benar untuk penerimaan, penyimpanan, dan pengiriman persediaan.

Berapa kali stock opname dilakukan?

Stock opname atau audit persediaan biasanya dilakukan setidaknya satu kali dalam setahun, tetapi frekuensi dan jadwal stock opname dapat berbeda-beda tergantung pada jenis dan kompleksitas persediaan, serta kebijakan perusahaan.

Beberapa perusahaan mungkin perlu melakukan stock opname secara lebih sering, terutama jika persediaan mereka berupa barang-barang yang mudah rusak atau ketinggalan zaman, atau jika persediaan mereka sangat bervariasi dan berubah dengan cepat. Beberapa perusahaan mungkin juga memilih untuk melakukan stock opname pada saat-saat tertentu dalam siklus bisnis mereka, seperti menjelang akhir tahun keuangan atau menjelang periode penjualan puncak.

Tentu saja, selain stock opname yang terjadwal, perusahaan dapat melakukan stock opname tambahan atau mendadak jika ada kecurigaan terhadap keakuratan jumlah persediaan yang tercatat di sistem akuntansi perusahaan, atau jika terjadi kejadian tidak terduga seperti pencurian atau bencana alam yang dapat memengaruhi persediaan.

Dalam setiap kasus, penting untuk menentukan frekuensi dan jadwal stock opname yang tepat untuk jenis persediaan dan bisnis perusahaan, dan untuk memastikan bahwa proses penghitungan fisik dan audit persediaan dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Bagikan ke

7 Cara Melakukan Stock Opname Audit: Langkah-langkah Penting yang Harus Dilakukan

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

7 Cara Melakukan Stock Opname Audit: Langkah-langkah Penting yang Harus Dilakukan

Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: